PAKET WISATA & TOUR TRAVEL GUNUNG BROMO

Tahukah Anda bahwa di kawasan Jawa Timur begitu banyak menawarkan sebuah keindahan alam yang alami maupun buatan yang bisa menjadi tujuan wisata Anda bersama rekan kerja maupun keluarga saat liburan dari aktifitas sekolah,kerja dll atau mencari suasana terbaik demi kenyamanan serta suasana baru dari hiruk pikuk kepadatan dan keramaian kota.

Paket Wisata & Tour Travel Gunung Bromo Terfaforit

Segera hubungi kami karena travel agen kami menawarkan banyak sekali paket wisata yang bisa kami sesuaikan dengan keinginan Anda.Program tour yang banyak dipilih pelanggan kami selama ini adalah :
  • Paket Wisata Gunung Bromo 2 Hari 1 Malam
  • Paket Wisata Bromo Malang Batu Tour 3 Hari 2 Malam
  • Paket Wisata Bromo Sempu 3 Hari 2 Malam
  • Paket Wisata Bromo Kawah Ijen 3 Hari 2 Malam
  • Paket Wisata Bromo Rafting 3 Hari 2 Malam
  • Paket Wisata Bromo Ranu Kumbolo 3 Hari 2 Malam
  • Paket Trekking Puncak Gunung Semeru Mahameru 3 Hari 2 Malam
Dalam pengalaman kami wisata bromo lebih menjadi pilihan unggulan pengunjung karena dalam kunjungan tersebut selain hanya memerlukan waktu yang cukup singkat juga bisa dipadukan atau digabung dengan wisata di Jawa Timur lainnya.

MENGAPA HARUS WISATA GUNUNG BROMO ?

Karena letak destinasi wisata wisata ini memang stategis demi memperoleh sebuah kenyamanan dan ketentraman dalam mendapatkan suasana baru yang damai,nyaman karena jauh dari keramaian kota serta di tempat ini Anda bisa merasakan suhu khas yang terkenal akan kesejukannya.
Jadi, tidak mengherankan jika para wisatawan sering memilih lokasi wisata ini menjadi tujuan utama berlibur bersama keluarga atau rekan kerja serta bisa sebagai alternatif sebagai wisata bulan madu atau honeymoon di bromo.
Salah satu kunjungan wisata yang wajib dikunjungi di gunung bromo oleh para wisatawan adalah menikmati keindahan matahari terbit dan kawah gunung bromo yang dikelilingi lautan pasir yang halus dan luas tentunya sangat memukau Anda bersama dengan keluarga,rekan kerja atau pasangan. Mungkin suasana romantis bisa dihadirkan oleh hamparan padang savana atau bukit teletabies yang berada di kawasan gunung bromo.

BROMO TOUR TRAVEL

Jika ingin mendapatkan pengalaman terbaik dan memuaskan dengan Paket Wisata Bromo Murah, Anda dapat segera menghubungi kami untuk mengetahui harga paket secara detail.

FASILITAS PAKET WISATA PAKET WISATA & TOUR TRAVEL GUNUNG BROMO MURAH

Jika Anda ingin menginap, Paket Wisata Gunung Bromo Tour menyediakan layanan penginapan dari biro perjalanan wisata kami yang telah bekerja sama dengan hotel,penginapan atau homestay-homestay yang berada di lokasi gunung bromo. Anda bisa menggunakan berbagai pilihan paket wisata bromo murah yang kami sediakan.
Segera pesan paket Murah Wisata Gunung Bromo beserta perpaduannya yang anda inginkan, sesuaikan dengan budget anda.

JEEP HARTOP WISATA BROMO

Harga Sewa Jeep Hartop Tour Bromo MurahWisata Gunung Bromo adalah wisata gunung yang masih aktif berada dikawasan 4 kabupaten Probolinggo,Malang,Pasuruan,Lumajang yang tentunya memiliki daya tarik dan keunikan alam dengan lautan pasir seluas 5.250 hektar di ketinggian 2392 m dpl. Untuk menikmati wisata dan liburan Anda di bromo harus sewa jeep bromo untuk bisa singgah dan mengunjungi puncak penanjakan sunrise dan kawah gunung bromo dengan medan yang menanjak dan berpasir.
Jeep atau Hatop merupakan akomodasi yang wajib untuk disewa selama di bromo.Dibawah ini akan kami ulas mengenai Harga Sewa Jeep Hartop Bromo Murah.


HARGA SEWA JEEP HARTOP TOUR BROMO MURAH

A. DARI CEMORO LAWANG (PROBOLINGGO)
Penanjakan 1 – Kawah Bromo                                                                                : Rp. 475.000
Penanjakan 1 – Kawah Bromo + Pasir Berbisik dan Savana (Bukit Teletubbies)     : Rp. 625.000
Penanjakan 2 – Kawah Bromo                                                                                  : Rp. 375.000
Penanjakan 2 – Kawah Bromo + Pasir Berbisik dan Savana (Bukit Teletubbies)       : Rp. 525.000

B. DARI WONOKITRI (PASURUAN)
Penanjakan 1 – Kawah Bromo                                                                                  : Rp. 475.000
Penanjakan 1 – Kawah Bromo + Pasir Berbisik dan Savana (Bukit Teletubbies)       : Rp. 625.000
C. DARI MALANG (RUTE TERLENGKAP)
Malang – Penanjakan 1 – Bromo – Pasir Berbisik – Savanna – Malang      : Rp.   1.100.000
Malang – Penanjakan 1 – Bromo – Pasir Berbisik – Savanna – Coban Pelangi – Malang      : Rp.   1.150.000
Malang – Penanjakan 1 – Bromo – Pasir Berbisik – Savana – Surabaya                              : Rp.1.450.000
Malang – Penanjakan 1 – Bromo – Surabaya                                                                     : Rp.1.350.000
Malang – Penanjakan 2 – Bromo – Pasir Berbisik – Savana – Surabaya                               : Rp.1.350.000
D. DARI SURABAYA
Surabaya – Probolinggo – Penanjakan – Bromo – Savanna – Surabaya                                   : Rp.1.550.000
Surabaya – Probolinggo – Penanjakan – Bromo – Savanna – Malang                                     : Rp.1.450.000
F. TRANSPORT SEMERU (RANUPANE)
Malang   -  Ranupane                                    : Rp.  750.000
Malang   -  Ranupane (antar-jemput)           : Rp.1.400.000
NB: Harga bisa berubah pada tiap periode low season,high season,peak season
*Kapasitas 1 jeep maksimal 6 orang
*Beda Penanjakan 1 dan 2 : Penanjakan 1 lokasi lebih tinggi, view lebih bagus, fasilitas seperti warung dan toilet lebih lengkap dibandingkan Penanjakan 2
Untuk lebih pasti dan valid mengenai harga sewa jeep bromo murah silahkan hubungi kami

Gunung Bromo

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru memiliki tipe ekosistem sub-montana, montana dan sub-alphin dengan pohon-pohon yang besar dan berusia ratusan tahun.

Beberapa jenis tumbuhan yang terdapat di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru antara lain jamuju (Dacrycarpus imbricatus), cemara gunung (Casuarina sp.), eidelweis (Anaphalis javanica), berbagai jenis anggrek dan jenis rumput langka (Styphelia pungieus).
Terdapat sekitar 137 jenis burung, 22 jenis mamalia dan 4 jenis reptilia di taman nasional ini
Satwa langka dan dilindungi yang terdapat di taman nasional ini antara lain luwak (Pardofelis marmorata), rusa (Cervus timorensis ), kera ekor panjang (Macaca fascicularis), kijang (Muntiacus muntjak ), ayam hutan merah (Gallus gallus), macan tutul (Panthera pardus ), ajag (Cuon alpinus ); dan berbagai jenis burung seperti alap-alap burung (Accipiter virgatus ), rangkong (Buceros rhinoceros silvestris), elang ular bido (Spilornis cheela bido), srigunting hitam (Dicrurus macrocercus), elang bondol (Haliastur indus), dan belibis yang hidup di Ranu Pani, Ranu Regulo, dan Ranu Kumbolo.
Taman Nasional Bromo Tengger Semeru merupakan satu-satunya kawasan konservasi di Indonesia yang memiliki keunikan berupa laut pasir seluas 5.250 hektar, yang berada pada ketinggian ± 2.100 meter dari permukaan laut.
Di laut pasir ditemukan tujuh buah pusat letusan dalam dua jalur yang silang-menyilang yaitu dari timur-barat dan timur laut-barat daya. Dari timur laut-barat daya inilah muncul Gunung Bromo yang termasuk gunung api aktif yang sewaktu-waktu dapat mengeluarkan asap letusan dan mengancam kehidupan manusia di sekitarnya (± 3.500 jiwa).
Gunung Bromo mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo.
Suku Tengger yang berada di sekitar taman nasional merupakan suku asli yang beragama Hindu. Menurut legenda, asal-usul suku tersebut dari Kerajaan Majapahit yang mengasingkan diri. Uniknya, melihat penduduk di sekitar (Su-ku Tengger) tampak tidak ada rasa ketakutan walaupun menge-tahui Gunung Bromo itu berbaha-ya, termasuk juga wisatawan yang banyak mengunjungi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru pada saat Upacara Kasodo.
Letupan volkanik di puncak Gunung Semeru
Upacara Kasodo diselenggarakan setiap tahun (Desember/Januari) pada bulan purnama. Melalui upacara tersebut, masyarakat Suku Tengger memohon panen yang berlimpah atau meminta tolak bala dan kesembuhan atas berbagai penyakit, yaitu dengan cara mempersembahkan sesaji dengan melemparkannya ke kawah Gunung Bromo, sementara masyarakat Tengger lainnya harus menuruni tebing kawah dan meraih untuk menangkap sesaji yang dilemparkan ke dalam kawah, sebagai perlambang berkah dari Yang Maha Kuasa.
Perebutan sesaji tersebut merupakan atraksi yang sangat menarik dan menantang sekaligus mengerikan. Sebab tidak jarang diantara mereka jatuh ke dalam kawah.
Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi:
Cemorolawang. Salah satu pintu masuk menuju taman nasional yang banyak dikunjungi untuk melihat dari kejauhan hamparan laut pasir dan kawah Bromo, dan berkemah.
Laut Pasir Tengger dan Gunung Bromo. Berkuda dan mendaki gunung Bromo melalui tangga dan melihat matahari terbit.
Pananjakan. Melihat panorama alam gunung Bromo, gunung Batok dan gunung Semeru.
Ranu Pani, Ranu Regulo, Ranu Kumbolo dan Puncak Gunung Semeru. Danau-danau yang sangat dingin dan selalu berkabut (± 2.200 m. dpl) sering digunakan sebagai tempat transit pendaki Gunung Semeru (3.676 m. dpl).
Ranu Darungan. Berkemah, pengamatan satwa/ tumbuhan dan panorama alam yang menawan.
Musim kunjungan terbaik: bulan Juni s/d Oktober dan bulan Desember s/d Januari.
Cara pencapaian lokasi: Pasuruan-Warung Dowo-Tosari-Wonokitri-Gunung Bromo menggunakan mobil dengan jarak 71 km, Malang-Tumpang-Gubuk Klakah-Jemplang-Gunung Bromo menggunakan mobil dengan jarak 53 km, dan Jemplang-Ranu Pani-Ranu Kumbolo, 16 km. Atau dari Malang-Purwodadi-Nongkojajar-Tosari-Wonokitri-Penanjakan sekitar 83 km. Dari Malang ke Ranu Pani menggunakan mobil sekitar 70 menit, yang dilanjutkan berjalan kaki ke Puncak Semeru sekitar 13 jam.

Tips liburan murah ke Gunung Bromo

Tips liburan murah ke Gunung Bromo. Siapa yang tidak kenal Gunung Bromo? Memang gunung yang satu ini memiliki keindahan panorama alam yang sangat mempesona. Gunung yang terletak di empat kabupaten yaitu Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Malang ini sudah sangat terkenal baik oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. 

Sebagian orang beranggapan bahwa untuk berwisata di Gunung Bromo kita harus mengeluarkan dana yang cukup besar. Anggapan itu bagi saya tidak sepenuhnya benar, karena bila kita mengerti yang sesungguhnya, wisata Gunung Bromo ternyata sangatlah murah dan tidak semahal yang orang bayangkan.

tips liburan murah ke gunung bromo
Gunung Bromo
Berikut tips-tips liburan murah ke Gunung Bromo :

1Pilih penginapan yang berjenis homestay. Penginapan jenis ini banyak kita jumpai di dekat pintu masuk tempat wisata Bromo (sekitar 50 - 100 meter). Harga homestay lebih murah dari hotel yaitu berkisar 200 - 300 ribu permalam dengan fasilitas 2 kamar tidur ditambah extra bed 2 buah yang berada di ruang tamu dan ruang tv. Homestay ini sangat cocok bagi anda yang akan berlibur beramai-ramai.

2Hindari memilih penginapan yang letaknya jauh dari pintu masuk. Selain karena harus mengeluarkan ongkos lagi untuk menuju ke tempat wisata, kita harus mengejar waktu saat matahari terbit, dan itu sangat menyusahkan.

3. Pandai - pandai menawar jasa yang ada di Bromo seperti ojek motor, Jeep, naik kuda, dan lain-lain. Saran saya gunakan jasa ojek motor untuk menuju pura yang berada di lautan pasir. Biasanya tarif ojek dari pintu masuk ke pura sebesar Rp 10 ribu per orang. Kalau naik kuda lebih mahal lagi. Bisa juga ramai-ramai menyewa jasa mobil jenis hardtop atau jeep dengan ongkos tak lebih dari Rp 100 ribu.

4. Bila tak membawa perlengkapan, belilah perlengkapan seperti sarung tangan, kaos kaki, shal, tutup kepala/kupluk di counter yang letaknya berada di sekitar terminal, tidak jauh dari pintu masuk karena harganya lebih murah daripada yang dijajahkan oleh pedagang asongan.

Berikut daftar harga di Gunung Bromo (update Mei 2013) :
  • Hotel : Rp 400 - 500 ribu per kamar per malam
  • Homestay : Rp 200 - 300 ribu per rumah per malam
  • Tiket masuk : Rp 7.500 per orang
  • Ojek motor : Rp 10.000 per orang (pintu masuk sampai pura)
  • Jeep : Rp 100.000 per mobil
  • Naik Kuda : Rp 25 ribu - 40 ribu per orang (pintu masuk / terminal sampai pura)
  • Sarung tangan : Rp 3000 per pasang
  • Kupluk : Rp 8 ribu
  • Kaos kaki : Rp 7 ribu
  • Shal : Rp 7 - 15 ribu

Legenda, Cerita, dan Asal Usul Gunung Bromo

Legenda, Cerita, dan Asal Usul Gunung Bromo - Suku Tengger (Roro Anteng danJoko Seger). Dahulu kala, hiduplah sepasang suami istri di sebuah dusun. Suatu hari, sang istri melahirkan anak perempuan yang sangat lucu, anehnya waktu dilahirkan, bayi tersebut tidak menangis, sehingga bayi tersebut diberi nama Roro Anteng ("anteng" dalam bahasa Jawa berarti tenang/diam).

Di waktu bersamaan, di sebuah keluarga yang lain, dilahirkan pula seorang anak laki-laki yang sangat sehat dan montok dan diberi nama Joko Seger. Waktu berlalu, Roro Anteng tumbuh menjadi gadis yang cantik yang membuat kagum seluruh pemuda kala itu.

Kecantikan Roro Anteng terdengar sampai ke telinga Kiai Bima, seseorang yang sakti mandraguna. Kiai Bima pun mendatangi Roro Anteng dan hendak untuk menikahinya. Bila permintaannya tidak dituruti, dia akan membuat bencana pada dusunnya. Akhirnya Roro Anteng dengan berat hati bersedia untuk dinikahi, namun dengan satu syarat, yaitu Kiai Bima harus membuatkan danau dalam waktu satu malam saja.

legenda gunung bromo suku tengger
Gunung Bromo
Syarat dari Roro Anteng pun disanggupi oleh Kiai Bima. Dengan menggunakan batok kelapa, Kiai Bima mengeruk tanah untuk dijadikan danau. Karena kesaktiannya, dalam waktu singkat, danau tersebut terlihat akan selesai dibuatnya. Melihat hal itu, Roro Anteng kuatir, akhirnya dia punya ide. Dia memukul-mukul alu agar seolah-olah hari sudah pagi dan terdengar oleh ayam sehingga ayam pun berkokok.

Ide Roro Anteng berhasil, mendengar ayam berkokok, Kiai Bima mengira sudah fajar dan dia tidak mampu memenuhi syarat dari Roro Anteng. Akhirnya dia membanting batok kelapa itu dan meninggalkannya. Batok kelapa tersebut sekarang menjadi Gunung Batok yang berada di sebelah Gunung Bromo. Bekas galiannya menjadi Segara Wedi atau lautan pasir yang bisa dilihat sampai sekarang.

Roro Anteng pun akhirnya bertemu dengan Joko Seger, dan mereka berdua menikah. Pernikahan berjalan beberapa lama, namun tidak jua dikaruniai seorang anak. Akhirnya Joko Seger berdoa pada Dewa, bila dikaruniai anak, dia bersedia mengorbankan salah satu anaknya.

Doa Joko Seger ternyata didengarkan, mereka pun akhirnya dikaruniai beberapa anak. Setelah anak-anak mereka tumbuh dewasa, Joko Seger melupakan janjinya. Ketika sedang tertidur, dia mendapat bisikan agar memenuhi janjinya untuk mengorbankan salah satu anaknya.

Akhirnya hal itu disampaikan kepada anak-anaknya. Joko Seger sebenarnya tidak rela mengorbankan anaknya, namun bila janji tersebut tidak dipenuhi, akan terjadi bencana yang melanda dusun mereka. Akhirnya salah satu dari anak mereka dengan ikhlas bersedia dikorbankan.

Hari yang ditunggu telah tiba. Keluarga Joko Seger pun menuju ke kawah Gunung Bromo serta membawa beraneka hasil bumi untuk sesajen. Salah satu anak dari Joko Seger yang dikorbankan pun telah siap dan akhirnya anak tersebut menerjunkan diri ke kawah Gunung Bromo tersebut.

Setelah janji Joko Seger dipenuhi, mereka akhirnya hidup bahagia di sekitar Gunung Bromo. Keturunan mereka sekarang bernama Suku Tengger, perpaduan antara Roro Anteng dan Joko Seger. Prosesi pengorbanan anak Joko Seger pun masih bisa kita saksikan sampai sekarang.

Air Terjun Madakaripura

Perjalanan dimulai dari Kota Surabaya menyusuri beberapa kabupaten seperti Sidoarjo, Bangil, dan Pasuruan. Sekitar 3 jam perjalanan dari Surabaya akhirnya aku sampai juga di sebuah persimpangan dimana kalau lurus menuju objek wisata Gunung Bromo, dan kalau ke kiri menuju Air Terjun Madakaripura, aku pun belok ke air terjun Madakaripura, meskipun nanti menuju ke Gunung Bromo juga.

Dari pertigaan tersebut menuju loket pembayaran memerlukan waktu sekitar 15 menit. Di sepanjang jalan yang berliku-liku, terdapat kotak-kotak kayu milik warga yang ternyata digunakan untuk beternak madu. Kotak-kotak tersebut selalu dijaga oleh pemiliknya. Membayangkan menikmati madu asli langsung dari peternakan enak kali ya.

Jalan menuju ke Air Terjun Madakaripura berupa jalan berkelok-kelok dan naik turun bukit dengan lebar jalan yang cukup sempit, jadi butuh kehati-hatian dalam berkendara terlebih lagi bila musim hujan tiba. 

air terjun madakaripura
Area Parkir
Setelah membayar tarif masuk sebesar Rp 3.000 per orang, aku pun sampai ke tempat parkir, dan ternyata area parkir kendaraan ramai sekali dengan motor maupun mobil yang parkir padahal selama perjalanan tadi jarang sekali aku melihat motor ataupun mobil yang melintas hanya penduduk setempat yang lalu lalang dengan segala keperluan mereka.

Di area parkir banyak warung penjual makanan yang berjejer rapi di sebelah kanan, dan beberapa penjual souvenir berupa kaos, celana pendek, celana panjang dan lain-lain. Dari tempat parkir untuk menuju air terjun ternyata masih cukup jauh dan itu pun harus dilalui dengan menyusuri aliran sungai yang penuh dengan batu-batu besar yang menghiasinya. 

Perjalanan menyusuri aliran sungai benar-benar melelahkan, kita harus berjalan pelan dan sekali-kali meloncat dari batu satu ke batu lain dengan resiko tergelincir. Memang tak semua jalan yang kita lalui berupa sungai, ada jalan yang cukup bagus yang sengaja dibangun untuk memudahkan pengunjung ke air terjun. Di tengah jalan yang bagus itu, terdapat batu besar yang menghalangi hampir seluruh jalan sehingga bila ingin melaluinya harus berjalan menyamping sambil berpegangan pada batu tersebut.

air terjun madakaripura
"Hujan" lokal
Sekitar 15 menit dalm pejalanan yang cukup melelahkan, aku pun sampai di lokasi air terjunnya namun air terjun utama belum terlihat. Disini banyak penjual kantong plastik dan jas hujan ekonomis yang menawarkan barang dagangannya ke para pengunjung. 

Ada baiknya bila sobat mengunjungi air terjun ini membawa kantong plastik untuk melindungi barang-barang penting seperti tas, hp, dari "hujan" yang disebabkan oleh air yang turun dari atas bukit di sela-sela dindingnya. Memang bila kita ingin melihat air terjun utama, kita harus rela berbasah-basahan dulu.

Aku pun sempat berfoto-foto diatas batu besar dengan latar air terjun dari kejauhan. Tantangan tidak berhenti sampai disini, untuk menuju air terjun utama dan paling besar kita harus "merayap" dengan berjalan menyamping dan berpegangan di dinding karang yang hanya bisa dilalui dengan satu arah/bergantian. Disini dibutuhkan kehati-hatian ekstra tinggi bila tak mau jatuh di kolam penampungan yang cukup dalam.

air terjun madakaripura
Madakaripura
Setelah melewati jalur "neraka" yang hanya sepanjang 15 meter itu, kita akan melihat kemegahan dari Air Terjun Madakaripura. Jerih payah dan rasa lelah hilang seketika melihat Air Terjun Madakaripura. Air terjun ini seperti berada di sebuah sumur raksasa bila dilihat dari langit. Di balik air yang jatuh tersebut terdapat sebuah rongga/goa yang dipercaya digunakan oleh Patih Gajah Mada untuk bersemedi.

Disana terlihat tidak ada pengunjung yang menceburkan diri ke kolam penampungan di bawah air terjun, mungkin karena airnya yang agak keruh atau mungkin airnya cukup dalam, aku sendiri tidak tahu. Setelah puas menikmati keindahan air terjun Madakaripura dan berfoto-foto ria akhirnya aku memutuskan kembali ke tempat parkir dan melanjutkan perjalanan ke Gunung Bromo.

Tips ke Air Terjun Madakaripura :
  • Siapkan baju ganti, pakaian dalam, dan handuk, karena pasti badan sobat akan basah kuyup disana.
  • Siapkan kantong plastik yang cukup
  • Sampaikan pada tukang parkir agar tidak usah mencucikan motor, karena nanti kalau pulang ditarik biaya (sukarela).
  • Pakailah pakaian yang nyaman seperti celana pendek, kaos oblong dan sandal/sepatu.
  • Bila ada yang menawarkan jasa pemandu, tolak dengan cara halus namun bila sobat mempunyai dana lebih juga tidak ada salahnya menggunakannya.
  • Harga makanan/gorengan di sekitar area parkir lebih mahal dibanding di area air terjun, silakan pilih yang mana.
  • Bila ingin berbelanja pakaian disana, pintar-pintarlah menawar hingga separuh harga. 

Pananjakan, Jalan Terjal Berliku Menuju Puncak Keindahan

Bila anda berlibur ke kawasan wisata Gunung Bromo, tidak lengkap rasanya bila anda tidak mengunjungi tempat ini. Ya, Bukit Pananjakan namanya. Tinggi dari bukit ini sekitar 2.700 meter dpl sedangkan Gunung Bromo sendiri "hanya" 2300 meter dpl, sehingga tidak heran bila tempat ini selalu menjadi tujuan nomor satu bagi para pemburu sunrise di kawasan wisata Gunung Bromo.

Di bukit Pananjakan ini, kita bisa melihat sebuah pemandangan matahari terbit yang sangat indah serta deretan pegunungan yang mempesona seperti Gunung Bromo, Gunung Batok, dan Gunung Semeru dari kejauhan. Hati kita tak henti-hentinya berdecap kagum pada keindahan alam karya Ilahi ini.

Namun untuk mencapai Puncak Pananjakan tidaklah mudah. Butuh perjuangan ekstra keras untuk melalui jalan terjal berliku selama kurang lebih 40 menit. Untuk menuju puncak Pananjakan sebaiknya kita berangkat sebelum pukul 04.00 WIB dari tempat kita menginap agar tak tertinggal oleh matahari terbit.

Dari pintu masuk Gunung Bromo, perjalanan dimulai dengan menuruni jalan yang cukup curam untuk menuju lautan pasir. Di lautan pasir, kita bisa mengikuti jalur yang ditandai dengan balok-balok beton setinggi kurang lebih 40 cm yang berdiri berjejer sepanjang jalan menuju pura. Namun bila kita tidak mengerti jalan, sebaiknya menyewa hardtop untuk mengantar kita ke puncak Pananjakan dengan ongkos Rp 400 ribu - 600 ribu yang bisa diisi 6 penumpang.

puncak pananjakan bromo
Lautan Pasir Bromo
Setelah menyusuri lautan pasir selama 10 menit, kita akan sampai di titik start menuju puncak Pananjakan. Bila anda menggunakan motor, pastikan motor anda dalam kondisi fit seperti mesin, rem, rantai, gear, dan juga ban. Namun berdasarkan pengalaman saya, hanya motor sport yang bisa digunakan untuk melewati jalan ini dengan berboncengan, sedangkan motor bebek atau pun matic, tetap bisa melalui jalur ini, namun harus sendirian.

Jalan yang sangat terjal, tikungan yang membentuk sudut sempit, seakan menghiasi perjalanan menuju puncak keindahan belum lagi dinginnya udara yang menusuk tulang menjadi tantangan tersendiri untuk melalui jalur menuju view point Pananjakan.

Di sepanjang jalan berliku ini, didominasi oleh kendaraan roda empat yang semuanya berjenishardtop. Memang untuk mobil pengunjung tidak diperbolehkan masuk ke area ini demi keselamatan pengunjung itu sendiri. Tidak jarang saya menemui, kawanan pengendara motor yang sedang mendorong motornya karena tidak kuat melewati tanjakan yang terjal tersebut.

Setelah sekitar 40 menit melalui jalur terjal berliku dengan tubuh menahan dingin, akhirnya sampai juga di Puncak Pananjakan 1. Di area ini sudah berjejer hardtop yang diparkir di sepanjang jalan menunggu pemandangan sunrise yang sesaat lagi akan muncul.

Disini juga disediakan area parkir untuk motor dengan ongkos Rp 5 ribu per motor. Sambil menunggu datangnya si mentari pagi, ada baiknya anda menghangatkan diri dengan mampir di warung-warung kopi yang terdapat di area ini. Di warung-warung ini disediakan tungku kecil berisi arang yang menyala untuk melawan dinginnya udara Puncak Pananjakan.

Saran saya, bila ingin membeli oleh-oleh seperti kaos atau souvenir lain, lebih baik belanja di tempat ini karena barang yang dijual lebih beraneka ragam dengan harga yang relatif sama dengan harga di sekitar Gunung Bromo.

Setelah dirasa cukup menghangatkan diri, kita harus berjalan kaki ke atas menuju view point, tempat untuk menikmati pemandangan matahari terbit dan gugusan pegunungan yang begitu indah. Jam menunjukkan pukul 05.00 WIB, dan view point yang saya tuju sudah begitu ramai akan pengunjung. Tak sedikit turis asing yang berada di tempat ini dengan berbagai peralatan untuk mengabadikan pemandangan sunrise yang memang sudah sangat terkenal sampai mancanegara.

sunrise di puncak pananjakan
Sunrise
Di view point ini tersedia tempat duduk yang terbuat dari kayu dimana bila matahari mulai terbit digunakan oleh para pengunjung sebagai pijakan agar dapat melihat sunrise dengan sempurna. Meskipun saat itu, matahari sedang malu-malu karena tertutup awan yang cukup tebal, saya tidak kecewa karena masih terlihat keindahannya.

Selain itu, ada pemandangan lain selain sunrise yang bisa kita nikmati di tempat ini yaitu pemandangan kawah Gunung Bromo yang mengeluarkan asap putih dan keindahan bentuk dari Gunung Batok, serta megahnya Gunung Semeru. Jangan lupa untuk mampir ke kawah Gunung Bromo selepas menikmati keindahan di Puncak Pananjakan ini.